Sabtu, 11 Mei 2013

Teori-teori Hubungan Interpersonal

Advertisement
Ada sejumlah model untuk menganalisa hubungan interpersonal, diantaranya : (1) Model Pertukaran Sosial, (2) Model Peranan, (3) Model Permainan, dan (4) Model Interaksional.

Model Pertukaran Sosial ( Social Exchange Model )


Model ini memandang hubungan interpesonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Thibault dan Kelley, dua orang pemuka utama rari model ini, menyimpulkan model pertukaran sosial sebagai berikut, "Asumsi dasar yang mendasari seluruh analisis adalah bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya." Ganjaran, biaya, laba, dan tingkat pebandingan merupakan empat konsep pokok dalam teori ini.

Ganjaran adalah  setiap akibat yang dinilai positif yang diperoleh seseorang dari suatu hubungan. Ganjaran berupa uang, penerimaan sosial, atau dukungan terhadap nilai yang dipegangnya. Nilai suatu ganjaran bebeda-beda antara seseorang dengan yang lain, dan berlainan antara waktu yang satu dengan waktu yang lain. Buat orang kaya, mungkin penerimaan sosial ( social approval ) lebih berharga dari uang. Buat si miskin, hubungan interpersonal yang dapat mengatasi kesulitan ekonominya lebih memberikan ganjaran dari pada hubungan yang menambah pengetahuan.
Teori-teori Hubungan Interpersonal
Biaya adalah akibat yang dinilai negatif yang terjadi dalam suatu hubungan. Biaya itu dapat berupa waktu, usaha, konflik, kecemasan, dan keruntuhan harga diri dan kondisi-kondisi lain yang dapat menghabiskan kekayaan individu atau dapat menimbulkan efek-efek yang tidak menyenangkan. Seperti ganjaran, biaya pun berubah-ubah sesuai dengan waktu dan orang yang terlibat di dalamnya.

Hasil atau laba adalah ganjaran dikurangi biaya. Bila seorang individu merasa dalam suatu hibungan interpersonal, bahwa ia tidak memperoleh laba sama sekali, ia akan mecari hubungan lain yang mendatangkan laba. Misalnya, anda mempunyai kawan yang pelit dan bodoh. Anda banyak membantunya, tetapi hanya sekedar supaya persahabatan dengan dia tidak putus. Bantuan anda (biaya) ternyata lebih besar daripada nilai persahabatan (ganjaran) yang anda terima. Anda rugi. Menurut teori pertukaran sosial, hubungan anda dengan sahabat pelit itu mudah sekali retak dan digantikan dengan hubungan baru dengan orang lain.

Tingkat perbandingan menunjukkan ukuan baku (standar) yang dipakai sebagai kriteria dalam menilai hubungan individu pada waktu sekarang. Ukuran baku ini dapat berupa pengalaman individu pada masa lalu atau alternatif hubungan lain yang terbuka baginya. Bila pada masa lalu, seorang individu mengalami hubungan interpersonal yang memuaskan, tingkat perbandingannya turun. Bila seorang gadis pernah berhubungan dengan kawan pria dalam hubungan yang bahagia, ia akan mengukur ganjaran hubungan interpersonal dengan kawan pria lain berdasarkan pengalamannya dengan kawan pria terdahulu. Mungkin bahagia ia pada hubungan interpersonal sebelumnya, makin tinggi tingkat perbandingannya. berarti makin sukar ia memperoleh hubungan interpersonal yang memuaskannya.

Model Peranan ( role model )

Bila model pertukaran sosial memandang hubungan interpersonal sebagai transaksi dagang, model peranan melihatnya sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang harus memainkan peranannya sesuai dengan "naskah" yang telah dibuat masyarakat. Hubungan interpersonal berkembang baik bila setiap individu bertindak sesuai dengan expedisi peranan (role expectation) dan tuntutan peranan (role demands), memiliki keterampilan peranan (role skills), dan terhindar dari kata konflik peranan dan kekacauan peranan.

Ekspektasi peranan mengacu pada kewajiban, tugas, dan hal yang berkaitan dengan posisi tertentudalam kelompok. Guru diharapkan berperan sebagai pendidik yang bermoral dan menjadi contoh yang baik bagi murid-muridnya. Jenderal diharapkan berperan sebagai pembina tentara yang berani dan tegas. Suami diharapkan mencintai dan menghormati isterinya. Guru yang berbuat jahat, jenderal yang takut kecoak, suami yang memperbudak isterinya, tidak memenuhi ekspektasi peranan.

Tuntutan peranan adalah desakan sosial yang memaksa individu untuk memenuhi peranan yang telah dibebankan kepadanya. Desakan sosial dapat berwujud sebagai sanksi sosial dan dikenakan bila individu menyimpang dari peranannya.

Keterampilan peranan adalah kemampuan memainkan peranan tertentu. Kadang-kadang disebut juga kompetensi sosial (social competense). Disini sering dibedakan antara keterampilan kognitif dan keterampilan tindakan. Keterampilan kognitif menunjukkan kemampuan individu untuk mempersepsi apa yang diharapkan orang lain dari dirinya. Keterampilan tindakan menunjukkan kemampuan melaksanakan peranan sesuai dengan harapan-harapan ini.  Dalam kerangka kompetensi sosial, keterampilan peranan juga tampak pada kemampuan "menangkap" umpan balik dari orang lain sehingga dapat menyesuaikan pelaksanaan peranan sesuai dengan harapan orang lain. Hubungan interpersonal amat bergantung pada kompetensi sosial ini.

Konflik peranan terjadi bila individu tidak sanggup mempertemukan berbagai tuntutan peranan yang kontradiktif, misalnya seorang bapak yang berperan juga sebagai polisi untuk menangani perkara anaknya, wanita muda yang memainkan peran isteri, ibu, dan pengacara sekaligus; atau bila individu merasa bahwa ekspektasi peranan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianutnya dan konsep diri yang dimilikinya. Agak dekat dengan konflik peranan ialah kerancuan peranan. Ini terjadi jika individu berhadapan dengan situasi ketika ekspektasi peranan tidak jelas baginya.

Model pemainan ( the "games people play" model )

Model ini berasal dari psikiater Eric Berne yang menceritakannya dalam buku "Games People Play". Analisisnya kemudian dikenal sebagai analisis transaksional. Dalam model ini, orang-orang berhubungan dalam bermacam-macam permainan. Mendasari permainan ini adalah tiga bagian keperibadian manusia yaitu Orang Tua, Orang Dewasa, dan Anak (Parent, Adult, Child). Orang Tua adalah aspek keperibadian yang merupakan asumsi dan perilaku yang kita terima dari orang tua kita atau orang yang kita anggap orang tua kita. Orang Dewasa adalah bagian keperibadian yang mengolah informasi secara rasional, sesuai dengan situasi, dan biasanya berkanaan dengan masalah-masalah penting yang memerlukan pengambilan keputusan secara sadar. Anak adalah unsur keperibadian yang diambil dari perasaan dan pengalaman kanak-kanak dan mengandung potensi intuisi, spontanitas, kreativitas, dan kesenangan.

Dalam hubungan interpersonal, kita menampilkan salah satu aspek keperibadian kita (Orang Tua, Orang Dewasa, Anak), dan orang lain membalasnya dengan salah satu aspek tersebut juga. Misalkan, suatu hari kita sakit; kita demam dan ingin meminta perhatian isteri kita pada penderitaan kita (ini keperibadian Anak). Isteri kita menyadari rasa sakit yang kita alami, dan ia mau merawat kita seperti seorang ibu (ini keperibadian Orang Tua). Hubungan interpersonal kita akan berlangsung baik. Transaksi yang terjadi bersifat komplementer. Bila isteri kita tidak begitu menghiraukan penyakit yang kita alami dan memberi saran,"Pergilah ke dokter. Aku sudah bilang kamu kecapaian." yang terjadi adalah transaksi silang (Anak dibalas dengan Orang Dewasa).

Model Interaksional ( Interactional Model )

Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu sistem. Setiap sistem memiliki sifat-sifat struktural, integratif, dan medan. Semua sistem terdiri dari subsistem-subsistem yang saling tergantung dan bertindak bersama sebagai suatu kesatuan. Untuk memahami sistem, kita harus melihat struktur. Selanjutnya, semua sistem mempunyai kecendeungan untuk memelihara dan mempertahankan kesatuan. Bila ekuilibrium sistem terganggu, segera akan diambil tindakannya. Dalam mempetahankan ekuilibrium, sistem dan subsistem harus melakukan transaksi yang tepat dengan lingkungannya (medan).

Hubungan interpersonal dapat dipandang sebagai sistem dengan sifat-sifatnya. Untuk menganalisanya kita harus melihat pada karakteristik individu-individu yang terlibat, sifat-sifat kelompok, dan sifat-sifat lingkungan. Setiap hubungan interpersonal harus dilihat dari tujuan bersama, metode komunikasi, ekspektasi dan pelaksanaan peranan, serta permainan yang dilakukan. Dengan singkat, model interaksional mencoba menggabungkan model petukaran, peranan, dan permainan.

Share this article to your friends :

0 komentar: